Sistem Hidrolilk dan Pompa Hidrolik
Tuesday, 28 May 2013
Posted by Forum Iptek Pembangunan SMKN 1 Cimahi
Sistem hidrolik
adalah suatu system pemindah tenaga dengan menggunakan zat cair atau fluida
sebagai perantara. Sistem hydraulic ini mempunyai banyak keunggulan dibanding
jika menggunakan sistem mekanikal.
Adapun keuntungannya adalah sebagai berikut:
Adapun keuntungannya adalah sebagai berikut:
a.
Dapat menyalurkan torque dan gaya yang
besar
b.
Pencegahan overload tidak sulit
c.
Kontrol gaya pengoperasian mudah dan
cepat.
d.
Pergantian kecepatan lebih mudah
e.
Getaran yang timbul relatif lebih kecil
f.
Daya tahan lebih lama.

panjang sekitar 14 meter, diletakkan 4850 kaki (sekitar 1,5 kilometer dibawah
tanah). Tangki ini diletakkan dibawah tanah supaya klor yang ada dalam tangki
tidak berinteraksi dengan partikel-partikel lain dari matahari, selain neutrino.
Sesuai dengan namanya, neutrino merupakan suatu partikel yang tidak
bermuatan listrik alias netral. Partikel ini diusulkan oleh Wolfgang Pauli pada tahun 1930.
Ketika itu Pauli dan para fisikawan sedang pusing tujuh keliling karena tidak
dapat menjelaskan energi yang hilang dalam peristiwa peluruhan beta (beta decay)
yang mengubah netron menjadi proton dan elektron. Mereka bingung kenapa ada
energi yang hilang? Apakah energi itu tidak kekal? Apakah itu berarti energi bisa
dimusnahkan? Pauli kemudian mengambil inisiatif dan mengusulkan bahwa
energi yang hilang ini sebenarnya dipakai oleh suatu partikel yang tidak bermassa,
tidak terlihat dan bergerak dengan kecepatan cahaya.
Empat tahun kemudian, Enrico Fermi menamakan partikel ini, neutrino ( artinya “little neutral one”).
Tahun 1956 Reines dan Cowan menemukan neutrino dalam eksperimen di dalam
reaktor nuklir (Reines meraih hadiah nobel fisika tahun 1995).
Neutrino banyak dihasilkan dalam reaksi-reaksi fusi baik di Matahari
maupun bintang-bintang lain. Matahari menghasilkan sekitar dua ratus triliun
triliun triliun netrino setiap detik (nah hitung sendiri deh nolnya). Sedangkan
pada supernova (bintang yang meledak di akhir hidupnya) dapat menghasilkan
neutrino 1000 kali lebih banyak dari neutrino di Matahari.
Neutrino tidak berinteraksi dengan materi sehingga mereka bisa tembus
berbagai benda termasuk tubuh kita. Sekitar 65 miliar neutrino dari matahari tiap
cm kuadratnya tiap detik datang ke bumi
Bagaimana cara mendeteksi neutrino? Davis, menggunakan sebuah
tangki berisi 100 ton tetrakloroetilena, semacam cairan pembersih. Neutrino
mampu mengubah klor di dalam cairan ini menjadi radioaktif argon. Nah Argon
ini kemudian akan meluruh lagi menjadi klor dengan memancarkan elektron.
Elektron inilah yang diamati oleh detektor (alat pendeteksi). Detektor yang
digunakan oleh Davis di Homestake mines, South Dakota, mencatat bahwa energi
neutrino yang datang sekitar 0.81 megaelektronvolt
Kenapa orang mempelajari neutrino yang berasal dari Matahari (solar
neutrino) ini? Dengan mempelajari neutrino orang akan tahu berapa laju reaksi
fusi yang terjadi dibintang-bintang. Hasil ini akan membantu menjelaskan
bagaimana terjadinya evolusi bintang, berapa umur bintang dan bagaimana
matahari itu bersinar? Disamping itu dengan meneliti neutrino ini maka kita bisa
tahu apakah neutrino itu sungguh-sungguh tidak punya massa atau ada jenis
neutrino yang mempunyai massa. Ini penting untuk menguji kebenaran dari teori
fisika standard model yang memprediksi bahwa neutrino itu tidak bermassa
Sumber
Penjelasan Siklus Refrigerasi
A-B : Un-useful superheat (kenaikan
temperatur yg menambah beban kompresor) Sebisa mungkin dihindari kontak
langsung antara pipa dan udara sekitarnya dgn cara menginsulasi pipa
suction.
B-C : proses kompresi (gas refrigerant
bertekanan dan temperatur rendah dinaikkan tekanannya sehingga
temperaturnya lebih tinggi dari media pendingin di kondenser. Pada
proses kompresi ini refrigerant mengalami superheat yg sangat tinggi.
C-D : Proses de-superheating (temperatur
refrigerant mengalami pemurunan, tetapi tdk mengalami perubahan wujud,
refrigerant masih dalam bentuk gas)
D-E : Proses kondensasi (terjadi perubahan wujud refrigerant dari gas menjadi cair tanpa merubah temperaturnya.
E-F : Proses sub-cooling di kondenser (
refrigerant yg sudah dalam bentuk cair masih membuang kalor ke udara
sekitar sehingga mengalami penurunan temperatur). Sangat berguna untuk
memastikan refrigerant dalam keadaan cair sempurna.
F-G : Proses sub-cooling di pipa liquid
(Refrigerant cair masih mengalami penurunan temperatur karena
temperaturnya masih diatas temperatur udara sekitar). Pipa liquid line
tdk diinsulasi, agar terjadi perpindahan kalor ke udara, tujuannya untuk
menambah kapasitas refrigerasi. (Note: dalam beberapa kasus ..pipa
liquid harus diinsulasi…nanti dijelaskan dalam pembahasan khusus)
G-H : Proses ekspansi/penurunan tekanan
(Refrigerant dalam bentuk cair diturunkan tekanannya sehingga temperatur
saturasinya berada dibawah temperatur ruangan yg didinginkan, tujuannya
agar refrigerant cair mudah menguap di evaporator dgn cara menyerap
kalor dari udara yg dilewatkan ke evaporator)
Terjadi perubahan wujud refrigerant dari
cair menjadi bubble gas sekitar 23% karena penurunan tekanan ini. Jadi
refrigerant yg keluar dari katup ekspansi / masuk ke Evaporator dalam
bentuk campuran sekitar 77% cairan dan 23% bubble gas.
H-I : Proses evaporasi (refrigerant yg
bertemperatur rendah menyerap kalor dari udara yg dilewatkan ke
evaporator. Terjadi perubahan wujud refrigerant dari cair menjadi gas.
Terjadi juga penurunan temperatur udara keluar dari evaporator karena
kalor dari udara diserap oleh refrigerant)
I-A : Proses superheat di evaporator: Gas
refrigerant bertemperatur rendah masih menyerap kalor dari udara karena
temperaturnya yg masih dibawah temperatur udara. Temperatur refrigerant
mengalami kenaikan). Superheat ini berguna untuk memastikan refrigerant
dalam bentuk gas sempurna sebelum masuk ke Kompresor.
Sumber
Sumber
Jembatan adalah sebuah struktur yang sengaja dibangun untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, lembah, rel kereta api maupun jalan raya. Jembatan dibangun agar para pejalan kaki, pengemudi kendaraan atau kereta api dapat melintasi halangan-halangan tersebut. Namun ternyata ada banyak jenis jembatan yang tentunya berbeda-beda baik dari segi struktur maupun kekuatan sampai biaya pembangunannya. Berikut jenis-jenis struktur jembatan yang berhasil dihimpun.
Jembatan Alang (Beam Bridge)
Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m).
Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)
Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).
Jembatan Lengkung (Arch Bridge)
Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia.
Jembatan Gantung (Suspension Bridge)
Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)
Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.
Jembatan Kerangka (Truss Bridge)
Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang.
Sumber : Jenis-Jenis Struktur Pada Jembatan
Jembatan Alang (Beam Bridge)
Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m).
Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)
Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).
Jembatan Lengkung (Arch Bridge)
Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia.
Jembatan Gantung (Suspension Bridge)
Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)
Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.
Jembatan Kerangka (Truss Bridge)
Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang.
Sumber : Jenis-Jenis Struktur Pada Jembatan
Kebutuhan biaya besar dan teknologi
tinggi ini akan semakin terasa bila menyangkut lokasi di lepas pantai;
baik di perairan dalam (deepwater) atau bahkan di perairan sangat dalam (ultra deepwater).
Hal ini disebabkan tingkat kesulitan, resiko, dan ketidakpastian yang
lebih besar bila dibandingkan dengan pekerjaan di daratan pada umumnya.
Fabrikasi anjungan lepas pantai
Secara umum terdapat perbedaan yang sangat mendasar proses pembangunan sebuah anjungan lepas pantai dengan bangunan darat (land-base structures).
Sebuah bangunan darat, proses pembangunannya sejak dari tahap awal
hingga akhir dilakukan di tempat yang sama. Sebaliknya, sebuah anjungan
lepas pantai, apapun jenisnya, dibangun atau difabrikasi di tempat yang
berbeda dengan lokasi akhir tempat instalasinya. Perbedaan kondisi
inilah yang menyebabkan perbedaan proses pembangunan dan teknologi yang
diperlukan pada kedua bangunan.
Struktur anjungan lepas pantai dibangun
di sebuah lapangan fabrikasi yang umumnya berlokasi di sekitar daerah
pantai. Tidak jarang jarak antara tempat fabrikasi dan lokasi akhirnya
(tempat beroperasinya), sangatlah jauh, dapat berupa lintas negara
maupun lintas benua. Ambil contoh anjungan TLP West Seno. Struktur
utamanya (bagian kolom dan ponton) dibangun di perusahaan Hyundai Heavy
Industry, Korea Selatan, sedangkan lokasi operasinya terdapat di Selat
Makasar, Indonesia.
Teknik pembangunan struktur utama anjungan lepas pantai dilakukan
berdasarkan modul-modul. Secara garis besar biasanya terbagi atas modul
struktur utama anjungan dan modul bagian bangunan atas (topside).
Khusus untuk jenis struktur semi terapung (TLP, SPAR, FPSO dan
lain-lain), masih terdapat modul atau sub-struktur lainnya berupa bagian
struktur sistem tambatnya. Tiap-tiap modul tersebut masih dapat terbagi
lagi menjadi beberapa sub-modul, tergantung dari dimensi modul dan
kapasitas peralatan pembangunan yang ada. Dalam pekerjaan ini diperlukan
derek-derek (crane) darat dengan kapasitas besar.
Gambar 1. Spar Genesis
Pada Gambar 1, contoh proses fabrikasi Spar Genesis. Lambung (hull) spar Genesis memiliki diameter 37.2 meter (122 feet) dan tinggi 215 meter (705 feet). Struktur lambung ini dibangun dalam dua tahap di galangan Aker Rauma’s Pori, Finlandia. Setengah bagian pertama berbobot 10.842 ton dan setengah bagian yang kedua dengan berat 15.861 ton. Di bagian tengah sumbu lambung spar ini terdapat ruang sebagai jalur sumur (well bay) berukuran 58 feet x 58 feet untuk mengakomodasi sekitar 20 slot sumur.
Contoh lainnya adalah fabrikasi topside
spar terbesar di dunia, Spar “Holstein” (Gambar 2), yang dikerjakan
dalam sejumlah modul-modul dengan berat mati total mencapai 18.200 ton. Topside
tersebut terbagi atas bagian modul Utara, modul Selatan, dan rangka
penopang modul. Modul Utara beratnya 8.370 ton terdiri atas peralatan
proses. Modul Selatan dengan berat 5.324 ton terdiri dari bangunan
akomodasi kru dan 3 buah generator turbin gas LM-2.500 yang mampu
membangkitkan daya listrik 54 MegaWatt. Sementara itu rangka penopang
modul memiliki berat 4.421 ton.
Gambar 2. Modul topside Spar Holstein
Pengangkutan ke lokasi operasi
Tahapan berikutnya setelah proses pembangunan struktur utama di fabrication yard
selesai adalah proses transportasi atau pengangkutan. Proses
transportasi adalah memindahkan struktur utama ajungan (umumnya bagian hull)
ke lokasi akhir tempat instalasinya. Fasilitas utama yang diperlukan
dalam proses ini adalah sebuah kapal angkut khusus atau tongkang (barge) yang memiliki daya apung besar untuk menopang struktur dan membawanya ke lokasi instalasi di lepas pantai.
Gambar 3. Kapal khusus Transshelf
Tahap awal proses transportasi adalah proses peluncuran (loadout), yaitu proses pemindahan dan peletakan struktur ke atas kapal angkut atau tongkang, dengan bantuan derek angkat atau bila memungkinkan memanfaatkan daya apung struktur atau sub-struktur yang akan diangkut itu sendiri. Sebelumnya, kapal angkut atau tongkangnya diposisikan di tempat terdekat dengan lapangan fabrikasi.
Proses ini termasuk tahap awal yang
cukup kritis, karena stabilitas wahana angkutnya harus diperhitungkan
dengan cermat setelah ada beban di atasnya. Selain itu juga harus
dilakukan proses pengikatan sementara (tiedown) selama dalam
transportasi, dengan cara yang tepat sesuai dengan disainnya. Kegagalan
pada proses ini dapat mengakibatkan jatuhnya struktur ke dalam laut
selama pengangkutan dan tidak menutup kemungkinan kegagalan tersebut
bisa terjadi pada saat proses loadout. Selama proses transportasi, biasanya beberapa kapal tunda (tug boat) ikut mendampingi hingga lokasi akhir.
Pada Gambar 3, memperlihatkan keadaan
setelah bagian lambung spar “Genesis” dipindahkan di atas kapal angkut
setengah benam “Transshelf” di lapangan fabrikasi Aker Rauma’s Pori,
Finlandia. Transportasi dilakukan dalam dua tahap. Setengah bagian
pertama berbobot 10.842 ton ditransportasikan ke Corpus Christi dengan
kapal angkut tersebut. Kemudian dua bulan berikutnya, dengan alat angkut
yang sama, setengah bagian yang kedua dengan berat 15.861 ton segera
dikirim.
Gambar 4. TLP Marco Polo
TLP Marco Polo, sebagai TLP yang dirakit di lokasi terdalam ke-2 (1.311 meter) setelah TLP Magnolia (1.425 meter), struktur hull-nya difabrikasi di Samsung Heavy Industries Yard SHI Koji Island, Korea Selatan. Kemudian diangkut menempuh jarak tidak kurang dari 13.000 mil dan tiba di Texas pada bulan Agustus 2003 (Gambar 4). Hull-nya berbobot 5.750 ton dengan displacement sebesar 27.500 ton dan payload 14.000 ton. Lebar hull-nya (dari ujung ke ujung) adalah 344 feet. Sedangkan jarak dari dasar struktur ke ujung atas kolomnya setinggi 196 feet dan tinggi sarat (draft) pada saat operasi normal adalah 129 feet.
Instalasi di lokasi operasi
Setelah struktur tiba di lokasi akhirnya
di lepas pantai, maka selanjutnya dilakukan proses instalasi atau
pemasangan. Proses ini secara garis besar meliputi tahap penegakan
bagian hull anjungan kemudian dilanjutkan dengan tahap pemasangan bagian topside di atas hull-nya.
Untuk jenis anjungan semi-terapung, sebelum dua tahap instalasi di
atas, harus terlebih dulu dilakukan pemasangan sistem tambatnya di titik
instalasinya. Semua proses ini dilakukan oleh kapal penarik dan derek
tongkang dengan kapasitas angkat besar.
Pekerjaan instalasi spar Genesis
dilakukan dengan derek tongkang 50 milik McDermott yang meliputi tiga
fase yaitu: instalasi sistem tambat, bagian lambung, dan instalasi
bangunan atasnya. Anjungan ini akan ditambatkan di lokasi operasinya
dengan menggunakan suatu sistim tambat 14 titik (14-point mooring system). Tiap tali tambat tersusun atas rantai tambat berdiameter 5,25 inci sepanjang 250 feet, tali baja dengan diameter 5,25 inci sepanjang 3.000 feet dan rantai lambung sepanjang 1.150 feet.
Mengenai proses penegakan, untuk struktur utama anjungan yang didisain tanpa kemampuan apung sendiri (self buoyancy), seperti jenis jacket umumnya yang dipakai di perairan dangkal, maka proses penegakan sepenuhnya dilakukan oleh derek tongkang. Struktur jacket-nya diangkat dan ditenggelamkan dengan derek tongkang. Untuk kasus dimana ukuran jacket
agak besar, maka proses pengangkatan bisa dilakukan sepotong demi
sepotong, yang akhirnya dilakukan perakitan kembali dengan pengelasan di
tempat. Sedangkan untuk jenis spar seperti Genesis ini, proses
penegakannya dibantu oleh daya apung-sendiri dari hull-nya, selain pada akhirnya juga dilakukan oleh derek tongkang.
Gambar 5. Proses penarikan hull Genesis ke titik lokasi instalasi di Teluk Meksiko
Lambung spar yang sudah berada di sekitar lokasi instalasi ditarik dan diposisikan tepat di titik instalasinya dengan menggunakan derek tongkang (Gambar 5) sebelum mulai ditegakkan. Selanjutnya sekitar 178.000 ton air balas (water ballast) dimasukkan ke dalam sebagian kompartemen hull-nya untuk menenggelamkan bagian bawah strukturnya sehingga posisinya makin mendekati vertikal, dengan sudut kemiringan 70 derajat.
Tahap berikutnya adalah memutar hull
hingga mencapai posisi vertikalnya dengan menggunakan derek tongkang.
Untuk kasus Genesis hanya diperlukan waktu 76 detik untuk proses
pemutaran ini (Gambar 6). Akhirnya lambung Spar diposisikan di sekitar
pusat dari pola sistim tambatnya, kemudian ke-14 jalur penambatnya
disambungkan pada pengait rantai di bagian badan lambungnya.
Gambar 6. Proses penegakan hull Genesis dengan derek tongkang hingga mencapai posisi vertikalnya
Sebagai tahap akhir dari proses instalasi adalah pemasangan topside di atas hull. Pemasangan ini juga dilakukan dengan derek apung dengan kapasitas angkat besar. Sebagai contoh, pada Gambar 7 memperlihatkan proses pemasangan modul topside dari TLP Marco Polo yang dioparasikan di perairan Teluk Meksiko, USA pada tahun 2004.
Gambar 7. Proses instalasi topside TLP Marco Polo
Struktur topside-nya terdiri dari tiga geladak (deck), yang disainnya dilakukan oleh Alliance Engineering dan difabrikasi di Corpus Christi. Berat angkatnya mencapai 6.300 ton dan berat operasinya sebesar 7.250 ton. Sementara itu ruang akomodasinya bisa memuat hingga 26 orang. Kapasitas pengolahan minyaknya mencapai 120.000 barel per hari dan 300 juta feet3 gas per hari. Operasi pengeborannya dilakukan dengan sebuah work-over rig berkapasitas 1.200 hp (house power). Anjungan ini memiliki enam pasang casing riser produksi, disamping dua riser baja catenary sebagai sistem pipa ekspor dengan diameter masing-masing sebesar 12,75 inci dan 18 inci. Selain itu terdapat enam buah pre-installed I-tubes untuk umbilikal dan provisi 12 riser flowline pada pengembangan selanjutnya.
Penutup
Semua rangkaian proses pembangunan
anjungan lepas pantai mulai dari tahap fabrikasi, transportasi dan
instalasi, tentu saja dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan proses
disain. Hal ini harus dilakukan secermat mungkin oleh pihak yang
kompeten dan berpengalaman. Faktor lain yang harus dicermati adalah
kondisi cuaca. Tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan kondisi laut
pada saat itu. Pada saat berlangsungnya proses penggabungan antar modul
struktur (misalnya antara struktur hull dengan sistim tambatnya) di site,
perubahan kondisi gelombang atau arus yang drastis dan mendadak dapat
menyebabkan penundaan bahkan menggagalkan pekerjaan pembangunan.
Sebuah pekerjaan mega project
seperti di atas atau sejenisnya, tetap tak terhindari untuk melibatkan
kapital yang sangat besar. Bahkan memungkinkan memberikan peluang
penguasaan atas sumber energi yang strategis pada pihak tertentu yang
menjanjikan manfaat ekonomi yang sangat menggiurkan. Terlepas dari
faktor nonteknis lainnya, setiap pekerjaan di wilayah ini akan
melahirkan tingkat sensitivitas yang tinggi dan senantiasa akan menjadi
tempat bergumulnya banyak pihak dan kepentingan.
Sumber : Mengenal Pembangunan Anjungan Lepas Pantai
Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ?
Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu : Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.
Ada tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu : Pertama, ada “bebatuan asal” (source rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.
Kedua, adanya perpindahan (migrasi)
hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir”
(reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori
(porous) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.
Ketiga, adanya jebakan (entrapment)
geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya,
akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi
gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat
menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan
hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermeable,
maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak
kemana-mana lagi.
Temperatur bawah tanah, yang semakin
dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan
hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari
65 oC dan umumnya terurai pada suhu di atas 260 oC. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177 oC.
Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi ?
Minyak bumi merupakan campuran rumit
dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon
(C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam
jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).
Apakah ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi ?. Ya, ada 4 macam
yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu:
young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep.
Minyakbumi young-shallow biasanya
bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental
dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow biasanya kurang
kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih
pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan,
titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer.
Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas,
sehingga old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”.
Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan
bensin (gasoline) yang paling banyak.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi ?
Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.
Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.
Para geologis umumnya sependapat
bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme,
tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba.
Begitu organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu
tertimbun pasir dan lumpur, membentuk lapisan yang kaya zat organik yang
akhirnya akan menjadi batuan endapan (sedimentary rock). Proses ini
berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu selama
jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah
tempat. Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak
cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi
secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi
material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang
semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian
mendistilasi sisa-sisa bahan organik, lalu pelan-pelan mengubahnya
menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandung minyak bumi
tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda
berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan
minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.
Bagaimana caranya menemukan minyak bumi ?
Ada berbagai macam cara : observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.
Bagaimana caranya menemukan minyak bumi ?
Ada berbagai macam cara : observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.
Survei gravitasi : metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.
Survei magnetik : metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan.
Kedua survei ini biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin). Dari hasil pemetaan ini, baru metode seismik umumnya dilakukan.
Survei magnetik : metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan.
Kedua survei ini biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin). Dari hasil pemetaan ini, baru metode seismik umumnya dilakukan.
Survei seismik
menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang diarahkan untuk
melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh
berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan
dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai pulsa
tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan
(oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara
digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat
diinterpretasikan.
Aplikasi metode seismik :
Aplikasi metode seismik :
- Tahap eksplorasi : untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana sumur nanti akan digali.
- Tahap penilaian dan pengembangan : untuk mengestimasi volume cadangan hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.
- Pada fase produksi : untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan tekanan reservoir.
Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya ?
Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling), memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan.
Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling), memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan.
Proses ini meliputi perforasi yaitu
pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup
produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke
permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di
permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan,
pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.
Ada berapa macam jenis sumur ?
Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur :
Pertama, sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk menentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.
Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Ketiga, sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.
Istilah persumuran lainnya :
pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan logging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.
Ada berapa macam jenis sumur ?
Di dunia perminyakan umumnya dikenal tiga macam jenis sumur :
Pertama, sumur eksplorasi (sering disebut juga wildcat) yaitu sumur yang dibor untuk menentukan apakah terdapat minyak atau gas di suatu tempat yang sama sekali baru.
Jika sumur eksplorasi menemukan minyak atau gas, maka beberapa sumur konfirmasi (confirmation well) akan dibor di beberapa tempat yang berbeda di sekitarnya untuk memastikan apakah kandungan hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Ketiga, sumur pengembangan (development well) adalah sumur yang dibor di suatu lapangan minyak yang telah eksis. Tujuannya untuk mengambil hidrokarbon semaksimal mungkin dari lapangan tersebut.
Istilah persumuran lainnya :
- Sumur produksi : sumur yang menghasilkan hidrokarbon, baik minyak, gas ataupun keduanya. Aliran fluida dari bawah ke atas.
- Sumur injeksi : sumur untuk menginjeksikan fluida tertentu ke dalam formasi (lihat Enhanced Oil Recovery di bagian akhir). Aliran fluida dari atas ke bawah.
- Sumur vertikal : sumur yang bentuknya lurus dan vertikal.
- Sumur berarah (deviated well, directional well) : sumur yang bentuk geometrinya tidak lurus vertikal, bisa berbentuk huruf S, J atau L.
- Sumur horisontal : sumur dimana ada bagiannya yang berbentuk horisontal. Merupakan bagian dari sumur berarah.
Apakah rig ? Apa saja jenis-jenisnya ?
Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau mengakses sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaikturunkan pipa-pipa tubular sumur.
Rig adalah serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor sumur atau mengakses sumur. Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaikturunkan pipa-pipa tubular sumur.
Umumnya, rig dikategorikan menjadi dua macam menurut tempat beroperasinya :
- Rig darat (land-rig) : beroperasi di darat.
- Rig laut (offshore-rig) : beroperasi di atas permukaan air (laut, sungai, rawa-rawa, danau atau delta sungai).
Ada bermacam-macam offshore-rig yang digolongkan berdasarkan kedalaman air :
- Swamp barge : kedalaman air maksimal 7m saja. Sangat umum dipakai di daerah rawa-rawa atau delta sungai.
- Tender barge : mirip swamp barge tetapi di pakai di perairan yang lebih dalam.
- Jackup rig : platform yang dapat mengapung dan mempunyai tiga atau empat “kaki” yang dapat dinaik-turunkan. Untuk dapat dioperasikan, semua kakinya harus diturunkan sampai menginjak dasar laut.Terus badan rig akan diangkat sampai di atas permukaan air sehingga bentuknya menjadi semacam platform tetap. Untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua kakinya haruslah dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di atas permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke lokasi yang dituju. Kedalaman operasi rig jackup adalah dari 5m sampai 200m.
- Drilling jacket : platform struktur baja, umumnya berukuran kecil dan cocok dipakai di laut tenang dan dangkal. Sering dikombinasikan dengan rig jackup atau tender barge.
- Semi-submersible rig : sering hanya disebut “semis” merupakan rig jenis mengapung. Rig ini “diikat” ke dasar laut menggunakan tali mooring dan jangkar agar posisinya tetap di permukaan. Dengan menggunakan thruster, yaitu semacam baling-baling di sekelilingnya, rig semis mampu mengatur posisinya secara dinamis. Rig semis sering digunakan jika lautnya terlalu dalam untuk rig jackup. Karena karakternya yang sangat stabil, rig ini juga popular dipakai di daerah laut berombak besar dan bercuaca buruk.
- Drill ship : prinsipnya menaruh rig di atas sebuah kapal laut. Sangat cocok dipakai di daerah laut dalam. Posisi kapal dikontrol oleh sistem thruster berpengendali komputer. Dapat bergerak sendiri dan daya muatnya yang paling banyak membuatnya sering dipakai di daerah terpencil atau jauh dari darat.
Dari fungsinya, rig dapat digolongkan menjadi dua macam :
- Drilling rig : rig yang dipakai untuk membor sumur, baik sumur baru, cabang sumur baru maupun memperdalam sumur lama.
- Workover rig : fungsinya untuk melakukan sesuatu terhadap sumur yang telah ada, misalnya untuk perawatan, perbaikan, penutupan, dsb.
Apa saja komponen rig ?
Komponen rig dapat digolongkan menjadi lima bagian besar :
Komponen rig dapat digolongkan menjadi lima bagian besar :
- Hoisting system: fungsi utamanya menurunkan dan menaikkan tubular (pipa pemboran, peralatan completion atau pipa produksi) masuk-keluar lubang sumur. Menara rig (mast atau derrick) termasuk dalam sistem ini.
- Rotary system: berfungsi untuk memutarkan pipa-pipa tersebut di dalam sumur. Pada pemboran konvensional, pipa pemboran (drill strings) memutar mata-bor(drill bit) untuk menggali sumur.
- Circulation system : untuk mensirkulasikan fluida pemboran keluar masuk sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan. Sistem ini meliputi (1) pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar masuk-sumur dan pompa tekanan rendah untuk mensirkulasikannya di permukaan, (2) peralatan untuk mengkondisikan lumpur: shale shaker berfungsi untuk memisahkan solid hasil pemboran (cutting) dari lumpur; desander untuk memisahkan pasir; degasser untuk mengeluarkan gas, desilter untuk memisahkan partikel solid berukuran kecil, dsb.
- Blowout prevention system: peralatan untuk mencegah blowout (meledaknya sumur di permukaan akibat tekanan tinggi dari dalam sumur). Yang utama adalah BOP (Blow Out preventer) yang tersusun atas berbagai katup (valve) dan dipasang di kepala sumur (wellhead).
- Power system : yaitu sumber tenaga untuk menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya digunakan mesin diesel berkapasitas besar.
Mengapa digunakan lumpur untuk pemboran ?
Lumpur umumnya campuran dari tanah liat (clay), biasanya bentonite, dan air yang digunakan untuk membawa cutting ke atas permukaan. Lumpur berfungsi sebagai lubrikasi dan medium pendingin untuk pipa pemboran dan mata bor. Lumpur merupakan komponen penting dalam pengendalian sumur (wellcontrol), karena tekanan hidrostatisnya dipakai untuk mencegah fluida formasi masuk ke dalam sumur. Lumpur juga digunakan untuk membentuk lapisan solid sepanjang dinding sumur (filter-cake) yang berguna untuk mengontrol fluida yang hilang ke dalam formasi (fluid-loss).
Bagaimana pengerjaan pemboran sumur dilakukan ?
Pemboran sumur dilakukan dengan mengkombinasikan putaran dan tekanan pada mata bor. Pada pemboran konvensional, seluruh pipa bor diputar dari atas permukaan oleh alat yang disebut turntable. Turntable ini diputar oleh mesin diesel, baik secara elektrik ataupun transmisi mekanikal. Dengan berputar, roda gerigi di mata bor akan menggali bebatuan. Daya dorong mata bor diperoleh dari berat pipa bor. Semakin dalam sumur dibor, semakin banyak pipa bor yang dipakai dan disambung satu persatu. Selama pemboran lumpur dipompakan dari pompa lumpur masuk melalui dalam pipa bor ke
bawah menuju mata bor. Nosel di mata bor akan menginjeksikan lumpur tadi keluar dengan kecepatan tinggi yang akan membantu menggali bebatuan. Kemudian lumpur naik kembali ke permukaan lewat annulus, yaitu celah antara lubang sumur dan pipa bor, membawa cutting hasil pemboran.
Mengapa pengerjaan logging dilakukan ?
Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), data nuklir secara aktif dan pasif, ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dsb.
Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur. Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log.
Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.
Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi), data nuklir secara aktif dan pasif, ukuran lubang sumur, pengambilan sampel fluida formasi, pengukuran tekanan formasi, pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur, dsb.
Logging tool (peralatan utama logging, berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara, arus listrik, tegangan listrik, medan magnet, partikel nuklir, dsb.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur. Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log.
Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti.
Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. Setelah diolah lewat serangkaian komputer, hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas. LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gammaray) sedini mungkin pada saat pemboran.
Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor.
Mengapa sumur harus disemen ?
Penyemenan sumur digolongkan menjadi dua bagian :
Pertama, primary cementing, yaitu penyemenan pada saat sumur sedang dibuat. Sebelum penyemenan ini dilakukan, casing dipasang dulu sepanjang lubang sumur. Campuran semen (semen + air + aditif) dipompakan ke dalam annulus (ruang/celah antara dua tubular yang berbeda ukuran, bisa casing
dengan lubang sumur, bisa casing dengan casing). Fungsi utamanya untuk pengisolasian berbagai macam lapisan formasi sepanjang sumur agar tidak saling berkomunikasi. Fungsi lainnya menahan beban aksial casing dengan casing berikutnya, menyokong casing dan menyokong lubang sumur (borehole).
Kedua, remedial
cementing, yaitu penyemenan pada saat sumurnya sudah jadi. Tujuannya
bermacammacam, bisa untuk mereparasi primary cementing yang kurang
sempurna, bisa untuk menutup berbagai macam lubang di dinding sumur yang
tidak dikehendaki (misalnya lubang perforasi yang akan disumbat,
kebocoran di casing, dsb.), dapat juga untuk menyumbat lubang sumur
seluruhnya. Semen yang digunakan adalah semen jenis Portland biasa.
Dengan mencampurkannya dengan air, jadilah bubur semen (cement slurry).
Ditambah dengan berbagai macam aditif, properti semen dapat divariasikan
dan dikontrol sesuai yang dikehendaki.
Semen, air dan bahan aditif dicampur di permukaan dengan memakai peralatan khusus. Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan ke dalam sumur melewati casing. Kemudian bubur semen ini didorong dengan cara memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air, terus sampai ke dasar sumur, keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali ke permukaan. Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini akan terisi oleh bubur semen. Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran bagian sumur yang lebih dalam dapat dilanjutkan.
Semen, air dan bahan aditif dicampur di permukaan dengan memakai peralatan khusus. Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan ke dalam sumur melewati casing. Kemudian bubur semen ini didorong dengan cara memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air, terus sampai ke dasar sumur, keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali ke permukaan. Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini akan terisi oleh bubur semen. Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran bagian sumur yang lebih dalam dapat dilanjutkan.
Untuk apa directional drilling dilakukan ?
Secara konvensional sumur dibor berbentuk lurus mendekati arah vertikal. Directional drilling (pemboran berarah) adalah pemboran sumur dimana lubang sumur tidak lurus vertikal, melainkan terarah untuk mencapai target yang diinginkan.
Secara konvensional sumur dibor berbentuk lurus mendekati arah vertikal. Directional drilling (pemboran berarah) adalah pemboran sumur dimana lubang sumur tidak lurus vertikal, melainkan terarah untuk mencapai target yang diinginkan.
Tujuannya dapat bermacam-macam :
- Sidetracking : jika ada rintangan di depan lubang sumur yang akan dibor, maka lubang sumu dapat dielakkan atau dibelokan untuk menghindari rintangan tersebut.
- Jikalau reservoir yang diinginkan terletak tepat di bawah suatu daerah yang tidak mungkin dilakukan pemboran, misalnya kota, pemukiman penduduk, suaka alam atau suatu tempat yang lingkungannya sangat sensitif. Sumur dapat mulai digali dari tempat lain dan diarahkan menuju reservoir yang bersangkutan.
- Untuk menghindari salt-dome (formasi garam yang secara kontinyu terus bergerak) yang dapat merusak lubang sumur. Sering hidrokarbon ditemui dibawah atau di sekitar salt-dome. Pemboran berarah dilakukan untuk dapat mencapai reservoir tersebut dan menghindari salt-dome.
- Untuk menghindari fault (patahan geologis).
- Untuk membuat cabang beberapa sumur dari satu lubung sumur saja di permukaan.
- Untuk mengakses reservoir yang terletak di bawah laut tetapi rignya terletak didarat sehingga dapat lebih murah.
- Umumnya di offshore, beberapa sumur dapat dibor dari satu platform yang sama sehingga lebih mudah, cepat dan lebih murah.
- Untuk relief well ke sumur yang sedang tak terkontrol (blow-out).
- Untuk membuat sumur horizontal dengan tujuan menaikkan produksi hidrokarbon.
- Extended reach : sumur yg mempunyai bagian horizontal yang panjangnya lebih dari 5000m.
- Sumur multilateral : satu lubang sumur di permukaan tetapi mempunyai beberapa cabang secara lateral di bawah, untuk dapat mengakses beberapa formasi hidrokarbon yang terpisah.
Pemboran berarah dapat dikerjakan dengan peralatan membor konvensional, dimana pipa bor diputar dari permukaan untuk memutar mata bor di bawah. Kelemahannya, sudut yang dapat dibentuk sangat terbatas. Pemboran berarah sekarang lebih umum dilakukan dengan memakai motor berpenggerak lumpur (mud motor) yang akan memutar mata bor dan dipasang di ujung pipa pemboran. Seluruh pipa pemboran dari permukaan tidak perlu diputar, pipa pemboran lebih dapat “dilengkungkan” sehingga lubang sumur dapat lebih fleksibel untuk diarahkan.
Apakah perforating ?
Perforasi
(perforating) adalah proses pelubangan dinding sumur (casing dan
lapisan semen) sehingga sumur dapat berkomunikasi dengan formasi. Minyak
atau gas bumi dapat mengalir ke dalam sumur melalui lubang perforasi
ini.
Perforating gun yang berisi beberapa shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke kedalaman formasi yang dituju. Shaped-charges ini kemudian diledakan dan menghasilkan semacam semburan jet campuran fluida cair dan gas dari bahan metal bertekanan tinggi (jutaan psi) dan kecepatan tinggi (7000 m/s) yang mampu menembus casing baja dan lapisan semen. Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat (17μs).
Perforasi dapat dilakukan secara elektrikal dengan menggunakan peralatan logging atau juga secara mekanikal lewat tubing (TCP-Tubing Conveyed Perforations).
Perforating gun yang berisi beberapa shaped-charges diturunkan ke dalam sumur sampai ke kedalaman formasi yang dituju. Shaped-charges ini kemudian diledakan dan menghasilkan semacam semburan jet campuran fluida cair dan gas dari bahan metal bertekanan tinggi (jutaan psi) dan kecepatan tinggi (7000 m/s) yang mampu menembus casing baja dan lapisan semen. Semua proses ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat (17μs).
Perforasi dapat dilakukan secara elektrikal dengan menggunakan peralatan logging atau juga secara mekanikal lewat tubing (TCP-Tubing Conveyed Perforations).
Apa artinya Well Testing ?
Well testing adalah metode untuk mendapatkan berbagai properti dari reservoir secara dinamis dan hasilnya lebih akurat dalam jangka panjang.
Tujuannya:
- Untuk memastikan apakah sumur akan mengalir dan berproduksi.
- Untuk mengetahui berapa banyak kandungan hidrokarbon di dalam reservoir dan kualitasnya.
- Untuk memperkirakan berapa lama reservoirnya akan berproduksi dan berapa lama akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.
Teknik ini dilakukan dengan mengkondisikan reservoir ke keadaan dinamis dengan cara memberi gangguan sehingga tekanan reservoirnya akan berubah. Jika reservoirnya sudah/sedang berproduksi, tes dilakukan dengan cara menutup sumur untuk mematikan aliran fluidanya. Teknik ini disebut buildup test. Jika reservoirnya sudah lama idle, maka sumur dialirkan kembali. Teknik ini disebut drawdown test.
Apakah tujuan stimulasi ?
Stimulasi (stimulation) adalah proses mekanikal dan/atau chemical yang ditujukan untuk menaikan laju produksi dari suatu sumur. Metode stimulasi dapat dikategorikan tiga macam yang semuanya memakai fluida khusus yang dipompakan ke dalam sumur.
Pertama, wellbore cleanup. Fluida treatment dipompakan hanya ke dalam sumur, tidak sampai ke formasi. Tujuan utamanya untuk membersihkan lubang sumur dari berbagai macam kotoran, misalnya deposit asphaltene, paraffin, penyumbatan pasir, dsb. Fluida yang digunakan umumnya campuran asam (acid) karena sifatnya yang korosif.
Yang kedua adalah yang disebut stimulasi matriks. Fluida diinjeksikan ke dalam formasi hidrokarbon tanpa memecahkannya. Fluida yang dipakai juga umumnya campuran asam. Fluida ini akan “memakan” kotoran di sekitar lubang sumur dan membersihkannya sehingga fluida hidrokarbon akan mudah mengalir masuk ke dalam lubang sumur.
Teknik ketiga dinamakan fracturing; fluida diinjeksikan ke dalam formasi dengan laju dan tekanan tertentu sehingga formasi akan pecah atau merekah. Pada propped fracturing, material proppant (mirip pasir) digunakan untuk menahan rekahan formasi agar tetap terbuka. Sementara pada acid fracturing, fluida campuran asam digunakan untuk melarutkan material formasi di sekitar rekahan sehingga rekahan tersebut menganga terbuka. Rekahan ini akan menjadi semacam jalan tol berkonduktivitas tinggi dimana fluida hidrokarbon dapat mengalir dengan lebih optimum masuk ke dalam sumur.
Apakah yang dimaksud dengan artificial lift ?
Artificial lift adalah metode untuk mengangkat hidrokarbon, umumnya minyak bumi, dari dalam sumur ke atas permukaan. Ini biasanya dikarenakan tekanan reservoirnya tidak cukup tinggi untuk mendorong minyak sampai ke atas ataupun tidak ekonomis jika mengalir secara alamiah.
Artificial lift umumnya terdiri dari lima macam yang digolongkan menurut jenis peralatannya.
Pertama adalah yang disebut subsurface electrical pumping, menggunakan pompa sentrifugal bertingkat yang digerakan oleh motor listrik dan dipasang jauh di dalam sumur.
Yang kedua adalah sistem gas lifting,
menginjeksikan gas (umumnya gas alam) ke dalam kolom minyak di dalam
sumur sehingga berat minyak menjadi lebih ringan dan lebih mampu
mengalir sampai ke permukaan.
Teknik ketiga dengan menggunakan pompa
elektrikal-mekanikal yang dipasang di permukaan yang umum disebut sucker
rod pumping atau juga beam pump. Menggunakan prinsip katup searah
(check valve), pompa ini akan mengangkat fluida formasi ke permukaan.
Karena pergerakannya naik turun seperti mengangguk, pompa ini terkenal
juga dengan julukan pompa angguk.
Metode keempat disebut sistem jet pump. Fluida dipompakan ke dalam sumur bertekanan tinggi lalu disemprotkan lewat nosel ke dalam kolom minyak. Melewati lubang nosel, fluida ini akan bertambah kecepatan dan energi kinetiknya sehingga mampu mendorong minyak sampai ke permukaan.
Terakhir, sistem yang memakai progressive cavity pump (sejenis dengan mud motor). Pompa dipasang di dalam sumur tetapi motor dipasang di permukaan. Keduanya dihubungkan dengan batang baja yang disebut sucker rod.
Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery ?
EOR merupakan teknik lanjutan untuk
mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi
hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga
macam teknik EOR yang umum :
- Teknik termal : menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
- Teknik chemica l: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
- Proses miscible : menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.
Ban mobil, disket komputer, kantung plastik, sandal, tali nilon, boneka, bandage, colokan listrik, crayon warna, atap rumah, skrin teras rumah, kamera, lem, foto, kapsul untuk obat, aspirin, pupuk, tuts piano, lipstik, jam digital, gantole, kacamata, kartu kredit, balon, shampo, bola golf, cat rumah, lensa kontak, antiseptik, piring, cangkir, tenda, deodorant, pasta gigi, obat serangga, CD, gorden bak mandi, pengering rambut, parfum, bola sepak, pakaian, krim pencukur jenggot, tinta, koper, pelampung, pewarna buatan, kacamata keselamatan, pakaian dalam, lilin, payung, mobil-mobilan, keyboard komputer, pengawet makanan, pulpen …. dan lain-lain tak terhitung lagi banyaknya.
Sumber : Proses Pembentukan Minyak Bumi
Perang Arus (War of Currents) - Edison VS Tesla - DC VS AC
Posted by Forum Iptek Pembangunan SMKN 1 Cimahi
Thomas
Alfa Edison dan Nikola Tesla merupakan dua nama tokoh hebat sepanjang
sejarah. Penemuan-penemuan mereka memiliki peran penting di dunia modern
hingga saat ini. Jika berbicara mengenai kedua tokoh tersebut, yang
terlintas dalam benak kita ialah tentang perang arus (war of currents
atau battle of currents). Bila Thomas Alfa Edison terkenal sebagai
penemu generator arus searah, maka Nikolas Tesla adalah penemu generator
arus bolak balik. Nikola Tesla merupakan pemenang dalam perang arus,
yaitu persaingan antara George Westinghouse dan Thomas Edison untuk
mengukuhkan apakah AC atau (DC) akan digunakan untuk transmisi listrik.
Thomas Alfa Edison
Thomas Alfa Edison yang merupakan penemu dan pengusaha yang
mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini
merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi
massal pada proses penemuan. Ia lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat
pada tanggal 11 Februari 1847. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat,
Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya
memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Di rumah
dengan leluasa Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan
mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Pada Usia 12 tahun
ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di
kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu
kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin
telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke
seluruh perusahaan terkemuka di New York.
Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik.
Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang
panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk
mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park,
New Jersey. Disana ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang
pertama di dunia. Setelah itu ia banyak melakukan penemuan-penemuan yang
penting. Pada tahun 1877 ia menemukan Gramofon. Dalam tahun 1879 ia
berhasil menemukan lampu listrik kemudian ia juga menemukan proyektor
untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di
jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal
ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di
jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.
Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada
masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak
membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa
penelitiannya antara lain : mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan
periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan
torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan
masih banyak lagi. Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah
medali khusus dari Kongres Amerika Serikat.
Nikola Tesla
Berbeda dengan rivalnya, banyak orang tidak mengenal siapakah Nikola
Tesla. Ia kurang terkenal jika dibandingkan dengan Albert Einstein. Ia
tidak sepopuler Leonardo atau Stephen Hawking. Salah satu penemuan
Nikola Tesla yang paling terkenal ialah temuan motor induksinya yang
dapat bekerja dengan arus bolak balik atau (AC) menjadi batu lompatan
sistem listrik modern []. Nikola Tesla merupakan anak ke empat dari lima
bersaudara yang lahir pada tanggal 9 Juli 1856 di Smiljan yang saat itu
bagian dari Kerajaan Austro-Hungarian dan kini berubah menjadi
Yugoslavia (sekarang Kroasia). Sejak kecil Nikola Tesla sudah mulai
menyukai matematika, mekanika, dan fisika. Pada usia sembilan belas
tahun, Nikola Tesla masuk Universitas Teknologi Graz, Austria. Di sana
ia banyak mempelajari penggunaan arus listrik bolak-balik (AC) dan
tertarik untuk lebih mengefisienkan motor listrik arus searah (DC) yang
ada pada saat itu.
Pertama kali hijrah ke New York pada tahun 1884, ia hanya bermodal uang 4
sen dan koper berisi beberapa artikel teknik yang ditulisnya di Beograd
dan Paris, sebuah buku kumpulan puisi karyanya dan beberapa kalkulasi
teknis mesin terbang. Nikolas Tesla merupakan keturunan Serbia dan
menjadi warga Negara Amerika Serikat pada tahun 1891 ketika ia mulai
bekerja di negara tersebut. Nikolas Tesla dianggap sebagai salah satu
penemu terpenting dalam sejarah dan merupakan salah seorang teknisi
terbesar akhir abad ke-19 dan abad ke-20. Ia merupakan seorang perintis
elektromekanik tanpa kabel dan daya listrik.
Pada tanggal 6 Juni 1884 Tesla pindah ke New York, Amerika Serikat (AS)
untuk bekerja secara langsung dengan Thomas Alfa Edison. Di perusahaan
Edison ini Tesla sempat merancang 24 jenis dinamo, namun keduanya tidak
pernah cocok. Pada awal 1895, Ia bekerja sama dengan George
Westinghouse, seorang insinyur dan wirausahawan terkenal untuk membangun
pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di dunia yang memanfaatkan
air terjun Niagara. Ia pun berhasil mengirimkan sinyal radio sampai
pada jarak 50 mil dan penemuan ini merupakan asal mula ditemukannya
radio.
Gambar 2. Pembangkit
Listrik Tenaga Air
Pada April 1887, Nikola Tesla
mendirikan laboratorium sendiri dan dalam waktu singkat ia membuktikan
bahwa sistem arus AC jauh lebih hebat dibandingkan dengan sistem DC yang
dikembangkan oleh Thomas Alfa Edison. Kurang dari setahun ia telah
mematenkan sekitar 300 karya dan 20 tahun berikutnya ia berhasil membuat
penemuan di bidang teknik listrik dan radio dalam jumlah yang
mencengangkan. Pada tahun 1898, Nikola Tesla mendemonstrasikan temuannya
berupa perahu yang dikendalikan dengan radio kontrol dari jarak jauh,
dihadapan masyarakat di Madison Square Garden. Ia menyebut perahu itu
sebagai "teleautomaton". Karena kreativitasnya, pada tahun 1912 ia
dinominasikan untuk meraih nobel di bidang ilmu fisika namun ia menolak.
Ia merasa lebih berhak mendapatkannya pada tahun 1898 atas temuan radio
kontrolnya.
Penemuan lainnya ialah transmisi energi nirkabel
dengan menggunakan gelombang mikro atau yang dikenal dengan Tesla coil, serta magnifying transmitter. Untuk
mewujudkannya, ia membangun Menara
Wardenclyffe yang terletak di Shoreham, Long Island. Menara ini dibuat
sebagai fasilitas yang bisa memancarkan tenaga listrik.
Gambar 3. Tesla Coil
Gambar 4. Menara
Wardenclyffe
Pada tahun 1930-an, Nikola Tesla
mengaku telah menemukan senjata penembak partikel. Senjata ini sering
disebut juga sebagai 'Death Ray' atau 'Peace Ray' (untuk tujuan
anti-perang). Tesla juga mengaku telah menemukan sebuah pesawat yang
bertenaga listrik yang bisa mengangkut penumpang dari New York ke London
hanya dalam waktu 3 jam dengan melintasi delapan mil di atas udara. Ia
juga menemukan lampu Photorontgent, lampu yang dipakai untuk X-Ray dan
dia mengambil fotonya sendiri dengan lampu itu untuk percobaannya.
Kemudian pada tahun 1909-1922, ia focus pada teknik mesin dan
menciptakan jenis baru dari turbin, pompa, indikator kecepatan,
aliran-meter dll. Tesla menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di hotel
"New Yorker" di New York, di mana ia meninggal pada tanggal 7 Januari
1943.
Perang Arus (War of Currents)
Perang arus merupakan duel antara
Nikola Tesla dan Westinghouse dengan Thomas A. Edison dan the general
electric company. Latar belakang terjadinya perang arus ialah dimulai
ketika Edison tidak ingin kehilangan hak royalti atas arus searah (DC)
yang pada saat itu menjadi standar yang digunakan di Amerika. Pada tahun
1879, Thomas A. Edison mempublikasikan temuannya berupa bola lampu
pijar di depan umum. Dalam penemuan tersebut, Edison membutuhkan
beberapa cara untuk menyalakan bohlam lampu tersebut yang bisa
didistribusikan melalui jarak yang besar. Untuk mengatasi masalah
tersebut, pada tahun 1887 Edison menemukan sistem arus searah dimana
listrik mengalir dalam satu arah yang konstan. Karena ketenarannya sudah
diakui dari penemuan-penemuan sebelumnya, Pemerintah Amerika siap
menerima sistem listrik dan segera dibangun. Namun kesulitan sistem arus
searah segera ditemukan, karena listrik hanya mengalir satu arah, arus
listrik yang mengalir menyebabkan kawat tembaga yang dialiri listrik
meleleh sehingga transmisi arus searah jarak jauh menjadi berbahaya dan
hampir mustahil. Solusi yang ditawarkan oleh Edison ialah dengan
menggunakan kabel tembaga yang lebih besar, namun solusi ini menyebabkan
seluruh kota menjadi sarang laba-laba karena banyaknya kabel besar yang
melintas.
Pada usia 28 tahun, Nikola Tesla
bermigrasi ke New York dimana listrik sudah lebih dulu hadir selama
sekitar 23 tahun. Ia terkejut menemukan banyak kabel panjang membentang
tergantung diseluruh kota New York akibat sistem DC Edison. Nikola Tesla
mencari pekerjaan di laboratorium Edison untuk mencoba memperbaiki
sistem DC Edison, ia memliki ide desain untuk arus motor bolak balik
namun diacuhkan oleh Edison. Namun Edison tetap menawarkan pekerjaan
kepada Tesla untuk memperbaiki sistem DC tersebut. Perbedaan yang
terjadi antara Edison dan Tesla memicu konflik dimana ketika Tesla
mengumumkan bahwa penelitiannya sudah usai dan ia meminta pembayaran
kepada Edison. Namun yang terjadi ialah Edison tidak mau membayarnya dan
menganggap sebagai gurauan, Tesla akhirnya marah dan mengundurkan diri.
Setelah mengundurkan diri, Tesla mendapatkan sumber pendanaan dari AK
Brown untuk mengembangkan motor arus bolak balik dan iapun membangun
komponen dari sistem tersebut.
Seorang pria bernama George
Westinghouse melihat penemuan berbakat yang dilakukan oleh Tesla dan
melihat potensi untuk sukses, George Westinghouse akhirnya pergi ke
laboratoriun Tesla dan membuat kesepakatan untuk membeli sistes arus
bolak balik milik Tesla. Setelah ia mendapatkan uang dari George
Westinghouse, Tesla pun akhirnya membangun laboratorium sendiri.
Meskipun arus AC milik tesla lebih unggul, namun tetap saja arus DC
masih menguasai pasar. Edison tau keunggulan dan keuntungan signifikan,
apalagi George Westinghouse mengukuhkan menjadi pesaing Edison. Atas
alas an tersebut, Edison memulai propaganda besar-besaran terhadap
sistem DC dengan mengatakan bahwa ”Direct current is like a river
flowing peacefully to sea, while alternating current Is like a torrent
rushing violently over a precipice”. Selain itu, propaganda juga
dilakukan dengan membuktikan kepada masyarakat melalui kursi eksekusi
yang diberi aliran listrik AC yang dianggap illegal karena dapat
membunuh manusia.
Tesla pun memberikan pernyataan bahwa
sistem arus AC aman jika tindakan pencegahan yang tepat dapat diambil.
Perang propaganda tersebut segera berakhir dengan diadakannya The
Columbian Exposition yang diselenggarakan di Chicago. Acara tersebut
mencari sumber kekuatan listrik yang praktis, mudah dan tidak
membutuhkan biaya mahal. Edison dengan sistem DC sudah terkenal di
Amerika berkat keberhasilan penemuan lainnya, sedangkan sistem AC oleh
Tesla dan Westinghouse mudah dikelola. Ketika dilakukan pendemonstrasian
alat kerja, sistem DC milik Edison lebih berbahaya karena kawat tembaga
besar yang melintas dimana-mana , sedangkan Westinghouse menawarkan
solusi dengan daya listrik yang lebih rendah, biaya setengah harga dan
tanpa jarring laba-laba. Pada akhirnya, perang arus dimenangkan oleh
Westinghouse berkat arus bolak balik ciptaan Nikola Tesla.









